Warga Panjang Keluhkan Debu dari Aktivitas PT Semen Baturaja

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

13 November 2025 13:24 WIB
Bandar Lampung | Rilis ID
Perusahaan PT. Semen Baturaja. Foto: Yudha/Rilis.id
Rilis ID
Perusahaan PT. Semen Baturaja. Foto: Yudha/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Warga di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung (Balam), mengeluhkan debu yang berasal dari aktivitas produksi PT Semen Baturaja.

Mereka menilai aktivitas perusahaan tersebut menimbulkan polusi udara, terutama pada malam hingga pagi hari.

Salah satu warga Panjang, Heri (38) mengatakan, debu sering kali beterbangan saat perusahaan melakukan proses produksi. 

“Kalau mereka sedang proses, debunya cukup banyak. Biasanya malam sampai subuh itu debu bertebaran, pagi harinya rumah sudah kotor semua,” ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (13/11/2025).

Ia mengatakan, untuk mengurangi dampak debu, warga terpaksa menutup rapat pintu dan ventilasi rumah. 

“Kami tutup semua pintu dan ventilasi. Kalau enggak, bisa empat sampai lima kali bersih-bersih rumah dalam sehari. Sekarang aja masih dua kali sapu setiap hari,” katanya.

Heri juga menyinggung bahwa dulunya pihak perusahaan rutin memberikan bantuan kepada warga, namun sudah lama tidak dilakukan. 

“Dulu tiap bulan ada bantuan seperti tepung atau susu, tapi sudah beberapa tahun enggak ada lagi. Bantuan masker juga belum pernah kami terima,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Edi (55) warga lainnya terkait debu dari aktivitas perusahaan yang sangat mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara motor. 

“Debu ini mengganggu banget, apalagi pas lagi jalan. Mata perih, jalan juga jadi berisiko kalau enggak hati-hati. Kami harap perusahaan bisa kasih perhatian, paling enggak bagi-bagi masker untuk warga,” ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Bandar Lampung

Semen Baturaja

Keluhan Warga

Debu Panjang

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya